Hati ini tak kunjung mereda untuk mengali kata indah itu. Dalam nafas dan hasratku aku berkata untuk katakan 'ya' tapi sayang untuk logikaku yang mengatakan 'tidak' Menapa saat tak ada rasa yang singgah di hati ini dia datang kembali dalam hidupku Sayang sekali hati ini telah hancur berkeping-keping karna dirimu!
sabtu 10 Mei 08 Berawal dari pengorbanan dan tertinggal kereta. Aku tetap yakin dan optimis pasti akan ada 'kebahagiaan yang menyergap setelah kebelumberuntungan ini terjadi'. Menaiki kereta dengan tangan hampa. Entah mengapa.
Aku baru pertama kali mengikuti lomba seperti ini. Lomba apa ini?? Staminaku terkuras mengikuti gerakan-gerakan luwes instruktur senam di atas panggung. Aku mengikuti dengan semangat! Semangat terjang 45!!
Aku tak yakin kami bisa lolos ke babak final karena aku sadar, gerakanku tadi tak bisa sempurna mengikuti si instruktur luwes itu!
Aku berjalan dengan lunglai. Seseorang menyapaku di stasiun. Aku mengobrol banyak dengannya sambil chat melalui handphone.
Akhirnya.. Timku masuk ke babak final.. Handphoneku bergetar. Ternyata ada pesan dari orang yang tidak aku harapkan. Orang itu muncul tanpa ada kata maaf. Berbagai rayuan dan kegombalan ia luncurkan.
"Maaf aku bukan anak kecil yg lugu seperti dulu!".
to be continue...
| |
|